Selamat Datang dan Tengkyu!

Terima kasih telah mengunjungi blog saya. Senang bisa berinteraksi dengan Anda.

Mungkin dengan media ini lebih mudah bagi saya dan Anda berinteraksi lintas ruang dan waktu.

Siapa pun Anda, mari berbagi gagasan dan inspirasi!


b+
Nurhidayanto

Senin, 21 September 2009


Selamat Idul Fitri 1430 H.

"taqabalallohu minna wa minkum
taqabal yaa kariim...
ja'alnallohu minal'aidin wa faiziin"


salam hangat,

b+
nurhidayanto

Kamis, 03 September 2009

Olahraga, Tubuh Bugar Puasa Lancar


Puasa bukan berarti bermalas-malasan dan menghilangkan aktivitas rutin kita dengan alasan berpuasa. Seperti misalnya, berolahraga. Banyak teman saya yang lantas meliburkan aktivitas berolahraganya hanya karena berpuasa. Memang ini sebuah pilihan. Ada yang memilih aktivitas rutin berolahraga seminggu sekali, misalnya bermain bulu tangkis di sore hari.
Meski demikian, agar aktivitas berolahraga di bulan puasa ini tetap dapat berjalan dengan baik dan tidak mengganggu dari ibadah puasa itu sendiri, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan :

Pilih berolahragalah di sore hari menjelang waktu berbuka
Jangan memilih waktu berolahraga di pagi atau siang hari. Pilihlah waktu di sore hari menjelang waktu berbuka, misalnya memilih waktu 2-3 jam sebelum waktu berbuka untuk bermain futsal, bulu tangkis, atau ke fitnes. Jadi begitu selesai bermain, dapat langsung berbuka pada saat sudah masuk waktunya berbuka.

Tidur, makan & minum yang cukup waktu malam sebelumnya
Aktivitas berolahraga adalah aktivitas yang banyak menguras energi. Agar tetap fit dan tidak lemas berolahraga di kala puasa, tidur makan dan minum haruslah cukup. Karena saat berolahraga biasanya mengeluarkan keringat, porsi minum mesti diperbanyak di bulan puasa ini supaya tidak terlalu merasa haus ketika sedang berolahraga.

Berolahraga mulai dari porsi yang sedikit demi sedikit
Di hari pertama berolahraga di bulan puasa, porsi latihan atau aktivitasnya sebaiknya dimulai dari porsi yang ringan, sedikit demi sedikit. Jangan langsung digenjot dengan aktivitas fisik yang berat. Misal biasanya jogging sejauh 3 km, di bulan puasa ini mulailah dari 1 km saja terlebih dahulu. Jika biasanya bermain badminton 3 set, di bulan puasa mulailah bermain 1-2 set saja. Jika memang Anda masih kuat dan merasa mampu, boleh saja porsi ditambah terus. Yang bisa menilai sejauhmana Anda kuat, tentunya Anda sendiri. Kalau memang tidak kuat dengan porsi normal seperti pada saat tidak berpuasa, janganlah dipaksakan.

Segera berbuka bila sudah waktunya
Bila sudah masuk waktunya berbuka, jangan menunda untuk berbuka. Segera minum dan makan secukupnya dengan asupan makanan yang bergizi untuk mengganti energi tubuh yang hilang pada saat berolahraga di saat puasa tadi.

Jadi, berolahraga sambil tetap berpuasa, siapa takut!

Diadaptasi dari berbagai sumber.

Rabu, 15 Juli 2009

Bijak Memilih Asuransi Syariah

Falsafah yang mendasari asuransi syariah adalah bahwa umat manusia merupakan keluarga besar kemanusiaan. Agar kehidupan bersama dapat terselenggara, sesama umat manusia harus tolong menolong, saling bertanggung jawab, dan saling menanggung antara yang satu dengan yang lain.
Takaful, yang berarti saling menanggung antar-umat manusia, merupakan dasar pijakan kegiatan manusia sebagai makhluk sosial. Atas dasar pijakan tersebut, di antara peserta bersepakat menanggung bersama di antara mereka atas resiko yang diakibatkan oleh kematian, kecelakaan, sakit, dan lain-lain. Dengan demikian, sistem asuransi syariah harus bersifat universal, berlaku secara umum.
Bisnis keuangan syariah, contonya asuransi syariah merupakan bisnis yang menjadi solusi perekonomiaan saat ini dan seterusnya. Dilihat dari trend, maraknya lembaga keuangan syariah adalah sesuatu yang wajar, mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Bahkan masyarakat non muslim sebagian juga sudah percaya kepada sistem syariah sendiri sehingga menjadi pangsa pasar yang potensial.
Dengan makin banyaknya asuransi syariah yang berdiri, tentunya pilihan (calon) nasabah menjadi semakin banyak, bukan hanya satu atau dua perusahaan yang menawarkan berbagai macam features produk, tapi bahkan puluhan perusahaan yang memiliki produk asuransi syariah.
Berikut ini beberapa tips yang sebaiknya diperhatikan ketika memilih asuransi syariah:
1) Pengalaman perusahaan dalam menjalankan bisnis asuransi syariah
Seberapa lama perusahaan tersebut menjalankan bisnis asuransi syariah, semakin lama perusahaan berkecimpung dalam bisnis yang dijalaninya, tentunya bisa menggambarkan bagaimana kondisi perusahaan tersebut. Selain itu juga bagaimana pengalaman perusahaan tersebut dalam pembayaran klaim kepada nasabahnya, apa pernah perusahaan tersebut lalai dalam hal pembayaran klaim kepada nasabahnya. Ini menjadi catatan yang harus diperhatikan bagi calon nasabah. Selain itu sebuah perusahaan yang menjalankan asuransi syariah pun harus memiliki semacam ijin dari pemerintah (MUI) dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.
2) Kejelasan akad (perjanjian asuransi)
Isi perjanjian memegang peranan penting menyangkut status premi kita. Bila akadnya asuransi syariah, seharusnya tidak ada istilah “dana hangus” untuk asuransi jiwa, sehingga jika seorang nasabah karena sesuatu hal tidak memperpanjang preminya dan di tahun kedua hendak dicairkan, seharusnya dana premi yang sudah disetor masih ada, walaupun nilanya bukan 100% lagi. Kenapa tidak 100%, karena dalam asuransi syaraiah ada dana yang diikhlaskan untuk tolong menolong atau disebut sebagai dana tabarru.
3) Ilustrasi yang diberikan
Sebuah ilustrasi menggambarkan berapa dana yang akan diperoleh calon nasabah untuk masa akhir periode perjanjian. Jika ilustrasi yang diberikan sangat tidak wajar, misal memberikan keuntungan (bagi hasil) di atas bagi hasil bank pada umumnya, kita jangan langsung tergiur, namun kita harus mensikapi dengan bijak.
4) Kesesuaian manfaat yang diberikan
Sebelum membeli produk yang kita inginkan, kita harus baca dulu manfaat/benefit produk yang mau kita beli. Misal manfaatnya hanya untuk resiko meninggal, maka kita tidak akan mendapatkan manfaat ketika kita cuma mengalami sakit atau luka-luka karena kecelakaan. Atau sebaliknya, yang kita beli adalah produk asuransi kecelakaan saja, maka kita tidak akan mendapatkan manfaat ketika kita terkena penyakit tertentu. Jadi harus jelas apa yang mau kita beli.
5) Tarif premi
Tarif premi yang cukup kompetitif dalam arti bukan murahan, bisa dijadikan patokan dalam memilih perusahaan asuransi yang akan kita pilih. Yang paling penting tarifnya sesuai dengan benefit yang akan Anda dapatkan.
Selamat berasuransi Syariah

Sumber : artikel Wiwit Prayitno, SPt, NMd. di www.asuransi-prudential.com

Mengenai Saya

Foto saya
Bantul, DI. Yogyakarta, Indonesia
Saya percaya setiap orang hidup untuk sebuah misi, amanat dan titipan Tuhan. Saya memiliki impian terbaik untuk orang-orang yang saya cintai, dan ingin meraih impian saya dengan membantu sesama menggapai impiannya. Mari berbagi.