Selamat Datang dan Tengkyu!

Terima kasih telah mengunjungi blog saya. Senang bisa berinteraksi dengan Anda.

Mungkin dengan media ini lebih mudah bagi saya dan Anda berinteraksi lintas ruang dan waktu.

Siapa pun Anda, mari berbagi gagasan dan inspirasi!


b+
Nurhidayanto

Jumat, 03 April 2009

BMT Artha Barokah, Mitra Andalan Pedagang Pasar di Imogiri


Pedagang di pasar Imogiri, baik yang memiliki kios permanen maupun yang sekedar berjualan di amben – bahkan yang masih nglesot lesehan di lantai pasar – telah akrab dengan para petugas BMT Artha Barokah. Kehadiran BMT dalam dua tahun terakhir ini menumbuhkan harapan baru membaiknya kesejahteraan para pelaku usaha di pasar tradisional di kawasan selatan Yogyakarta ini.
"Mas dan mbak BMT", demikian para mbok bakul memanggil para account officer BMT Artha Barokah, menjadi pilihan baru bagi mereka yang berkategori pedagang mikro. Sebelumnya para bakul tidak punya pilihan selain meminjam kepada bank thithil, sebutan mereka untuk praktek rentenir yang meminjamkan uang dengan bunga yang mencekik. BMT memberikan jasa tabungan dan pembiayaan kepada para pedagang pasar ini dengan cara perhitungan keuntungan yang berbeda, tanpa sistem bunga, dengan pelayanan yang sangat luwes.
Pilihan BMT Artha Barokah untuk membidik sektor pasar tradisional bukan tanpa perhitungan matang. "Menurut hemat kami para pedagang pasar menjalankan usahanya dengan perputaran yang tinggi. Jika dihitung dengan membandingkan terhadap modal usaha yang dikelolanya, tingkat keuntungan pedagang pasar cukup tinggi," tutur Kasidi, Manajer BMT Artha Barokah.
Tambahan modal sebesar 500 ribu saja telah sangat bernilai bagi pedagang buah, penjual es dawet, pedagang sayur, pedagang kerupuk hingga pedagang ayam di Pasar Imogiri. Terbukti melalui usaha inilah mereka, para pelaku usaha mikro yang berjiwa mandiri ini, dapat membiayai sekolah anak-anaknya hingga perguruan tinggi
Resiko kemacetan pengembalian memang selalu ada, tak hanya karakter pedagang pasar, namun semua usaha memang memiliki resiko rugi. Namun para pedagang pasar tradisional cenderung lebih jujur dan apa adanya. "Walaupun usaha mereka relatif kecil, kejujuran dan tekad untuk mengembalikan pembiayaan secara tepat waktu juga tidak perlu diragukan lagi," tambah Kasidi.
BMT Artha Barokah telah membaca dengan seksama potensi pasar-pasar di daerah Imogiri dengan cermat. Dengan memasuki pasar tradisional, BMT ini berharap dua manfaat sekaligus. Dua manfaat ini dapat tercermin dari namanya : manfaat artha (finansial, produktifitas modal, keduniaan) dan manfaat barokah (pahala dari Alloh swt., akhirat)
Hingga hari ini BMT Artha Barokah telah melayani ratusan pedagang. Mereka tersebar di berbagai pasar di wilayah selatan Kabupaten Bantul yang sedang bangkit dan tumbuh pesat pasca bencana gempa 2 tahun lalu. Di pasar Imogiri yang baru pun BMT Artha Barokah membersamai para pedagang yang kini menempati kios-kios yang lebih bersih dan tertata rapi.
Selain menggarap segmen pedagang pasar, BMT Artha Barokah merambah sektor pertanian dan kerajinan. Di sektor pertanian, BMT telah bermitra dengan kelompok tani Sekar Mulyo dan Lestari Mulyo di Selopamioro. Sedangkan di sektor usaha kerajinan BMT ini menggandeng beberapa pengrajin di sekitar Imogiri.
Untuk menguatkan pendanaannya, BMT Artha Barokah juga menjalin kerja sama dengan LPPM-UGM (Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat) untuk menyalurkan dana kepada UMKM yang ada di Imogiri dan sekitarnya. Ini juga dimaknai sebagai bentuk kepercayaan masyarakat kepada BMT ini.

Pasar Tradisional, Pasar BMT dengan Manfaat Ganda

Hubungan BMT dengan pasar (tradisional) dapat dijelaskan setidaknya melalui dua alasan. Pertama, sejak awal pertumbuhannya BMT memang fokus masuk ke pasar-pasar tradisional. Para pelaku penggerak awal BMT di Tanah Air, medio tahun 1995, mendefinisikan "lintah darat" sebagai "musuh utama" di masyarakat bawah. Para pelaku pembungaan uang dengan keuntungan yang mencekik peminjam ini bergerak aktif di pasar-pasar tradisional. Maka, BMT langsung terjun ke pasar-pasar ini dengan maksud meng-hijrah-kan para pedagang pasar kepada praktek simpan-pinjam yang halal dan memberikan keuntungan dua pihak. Jadi, dasar historis relasi antara BMT dengan pasar tradisional memang sudah dimulai sejak awal sejarah lembaga keuangan syariah ini.
Penjelasan lainnya terkait dengan potensi ekonomi di pasar tradisional. Jika mau berhitung lebih cermat, praktek perdagangan di pasar tradisional menghasilkan margin keuntungan yang cukup besar. Perputaran uang pun sangat cepat. Pagi (dini hari) kulakan sayur, siang dagangan sudah habis plus pendapatan berupa keuntungan. Harga kulakan bayam 500 rupiah dijual 750 rupiah, keuntungan riel sudah 50%. Ini terjadi berulang setiap harinya. Meski omsetnya kecil namun perputarannya cepat. Titik transaksi di pasar tradisional juga sangat banyak, terkumpul dalam sebuah komunitas. Pengelolaan pembiayaan dengan demikian lebih ringkas dan mudah. Sangat beralasan jika ada BMT yang tetap mempertahankan segmen pedagang pasar dalam operasinya.
Untuk menjadikan strategi BMT berbuah manfaat ganda, perlu langkah-langkah taktis yang diperhitungkan dengan cermat dan dilaksanakan secara konsisten. Aspek kolektibilitas (tingkat pengembalian dana) adalah salah satunya. Untuk mengoptimalkan pengangsuran, BMT dapat membiasakan menabung kepada para mitra pembiayaan. Secara periodik petugas BMT mendatangi penerima pembiayaan untuk mengumpulkan tabungan dari pendapatan rutin mereka, berapa pun nilainya. Saat jatuh tempo angsuran, mitra BMT dapat memilih apakah akan membayar secara tunai atau mendebet dari akumulasi tabungannya.
Langkah lainnya adalah aspek pendidikan. Edukasi tentang transaksi halal/syariah harus diterapkan secara terus-menerus. Ini adalah bagian penting dari misi BMT agar masyarakat, terutama mitranya, memahami BMT secara mendalam hingga ke esensinya. Mitra dapat berperan aktif untuk menjadi "juru kampanye" transaksi syariah. Bukan hanya menjadi obyek layanan BMT ansich. Jika hal ini dilakukan, semakin sering mitra bertransaksi dengan BMT Artha Barokah maka semakin loyal pula mitra. Semakin kecil pula kemungkinan terjerat kembali ke praktek rentenir.

Penulis :
Nurhidayanto (www.nurhidayanto.blogspot.com)
Manajer Program ISES Consulting Indonesia

Tidak ada komentar:

Mengenai Saya

Foto saya
Bantul, DI. Yogyakarta, Indonesia
Saya percaya setiap orang hidup untuk sebuah misi, amanat dan titipan Tuhan. Saya memiliki impian terbaik untuk orang-orang yang saya cintai, dan ingin meraih impian saya dengan membantu sesama menggapai impiannya. Mari berbagi.